RSS

CONFINED SPACES

13 Sep

Confined Spaces adalah :

Setiap ruang/tempat kerja yang ventilasi Alaminya buruk, dimana dalam ruang tsb terdapat Gas/Uap beracun dan mudah terbakar/meledak jika kontaminasi dengan Oksigen ( O2 )Atau

Confined Spaces adalah :

Setiap ruang kerja yang memiliki kadar Oksigennya kurang dari 19,5 %.

Contoh CONFINED SPACES :

Storage Tank , Boiler, Manhole, Septic Tank, Reactor, Silo, Bonna Pipe, Sewer dll.

IDENTIFIKASI CONFINED SPACES

Merupakan ruang/tempat kerja yang cukup untuk dimasuki tubuh untuk melakukan pekerjaan di dalamnya. Pintu untuk masuk/keluar hanya memiliki satu lubang masuk.

Bukan didesaign sbg tempat kerja yang digunakan secara terus-menerus.

BATASAN YANG PERLU DIKETAHUI DI CS

1. OXYGEN DEFICIENCY

( kekurangan Oksigen ) : Kondisi oksigen yang berada di udara kurang dari 19,5%

Hal ini disebabkan oleh :

a. Proses Kebakaran.

b. Proses Oksidasi pd dinding tangki

c. Pembersihan Gas/uap dengan menggunakan Gas Inert ( N2 ).

d. Proses penguapan bahan kimia di dlm CS.

e. Proses netralisasi isi tangki dengan bahan Karbonat/ bikarbonat.

f. Proses penyerapan Oksigen dengan menggunakan bahan kimia untuk mencegah terjadinya korosive.

g. Proses pembersihan tangki dengan uap aiR panas ( steaming ).

h. Proses fermentasi karbohidrat ( menghasilkan gas CO2 ).

i. Proses pembusukan zat-zat organik/tumbuhan yang menghasilkan gas Methane ( CH4 ).

2. PYROFORICS :

adalah zat kimia yang dapat menyala secara spontan dalam udara pada suhu dibawah 54o C tanpa kontak dengan Api. ( Diborane, Bahan bakar Roket, proses pembuatan Karet ).

3. ASPHYXIATION :

adalah Defisiency Oksigen yang dialami oleh penderita dengan keluhan ( pusing, gangguan berfikir, telinga mendengung, lemah, sesak nafas ) dikarenakan menurunnya kadar Oksigen dalam udara hingga 17 %.

4. FLAMABLE CHEMICALS :

Bahan kimia yang mudah menyala bila kontak dgn sumber nyala api. ( Flamable Liquid lebih mudah menyala dari pada Combustible Liquid ). Flamable Liq. Menyala < 38oC. Combustible Liq. Menyala > 38oC

5. FLASH POINT :

Suhu terendah yg diperlukan untuk menghasilkan sejumlah uap untuk membentuk nyala Api setelah bereaksi dengan udara.

6. FIRE POINT ( Titik Bakar ):

Suhu terendah yg diperlukan dimana campuran uap dan udara akan menimbulkan kebakaran berkelanjutan setelah terjadi penyalaan. Biasanya terjadi beberapa derajad diatas Flash Point

7. AUTOIGNITION TEMPERATURE ( Suhu nyala sendiri ) :

Suhu cairan yg berada diatas titik bakar, dimana pada suhu tsb cairan akan menyala sendiri tanpa adanya sumber Api/panas.

8. LOWER EXPLOSIVE LIMIT ( LEL ) :

Kadar terendah suatu gas/uap yg terbentuk dalam udara yg bisa menyebabkan ledakan.

9. UPER EXPLOSIVE LIMIT ( UEL ) :

Kadar tertinggi suatu gas/uap yg terbentuk dalam udara yg bisa menyebabkan ledakan.

Note : semakin rendah LEL suatu gas/uap yg mudah meledak semakin barbahaya gas/uap tsb.

10. VAPOR DENSITY ( Kepadatan Uap ) :

Rasio kepadatan suatu gas/uap terhadap kepadatan udara

Contoh : Density Oksigen : 1.43%

Density Udara : 1.29%

Vapor Density Oksigen adalah : 1.43/1.29 = 1.11%

Note : DENSITY gas/uap < 1%, akan cenderung naik keatas dikarenakan lebih ringan dari Udara. Bagaimana jika > 1%….??.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada September 13, 2008 in CONFINED SPACES

 

4 responses to “CONFINED SPACES

  1. jackie

    April 29, 2010 at 3:24 pm

    bang okleqs, saya mau tanya nih. kalo misal ada pekerjaan di dalam confined space dan pekerjaannya itu salah satunya melakukan pemotongan bagian internal confined space dengan menggunakan gerinda. hal-hal apa aja yang perlu di waspadai jika melakukan pekerjaan tersebut?
    dan menurut hirarki pengendalian resiko, menurut bapak bagaimana cara meminimalisir adanya resiko pekerja tersetrum listrik dari mesin gerinda jika kabel terkelupas?(CS : misalnya tangki vessel)

     
    • Bung okleqs

      Mei 6, 2010 at 1:35 pm

      Hmmm…Ini Mas Jacki ( Zaqi ) dari PT Kujang itu???. Sepertinya kita pernah ketemu di Batu Malang deh…Klu gk salah sih???.
      Jika merujuk pada SOP menurut OSHAS, pekerjaan di dalam Veseel TIDAK DISARANKAN menggunakan Listrik terkecuali lampu penerengan 24 Volt. Namun pada kenyataannya di lapangan dgn keterbatasan alat yg dibutuhkan, hal ini tentunya sangat dimaklumi. Namun ada hal yg harus kita perhatikan adalah.
      1. Perlunya menggunakan ELCB ( Earth Leakage Circuit Breaker ) setiap penggunaan Power Listrik.
      2. Pekerja diharuskan menggunakan APD ( Sepatu/Sarung tangan Karet )
      3. Adanya pengawas di luar Vesel
      4. Adanya seorang pengawas yg berada di Terminal ELCB.

      Jika dikhawatirkan terjadi Kabel terkelupas, semestinya sebelum bekerja segala peralatan kan hrs di Inspeksi terlebih dahulu.
      Dan yg tak kalah perntingnya adalah Buat JSA ( Jobe safety Analisys ) dan JSO ( Job Safety Observation ) setiap pekerjaan yg akan dilakukan.

      salam KATIGA

       
  2. steven

    September 27, 2010 at 2:38 am

    selama tidak lebih besar dri 1.29% maka gas trsebut masih naik keatas.
    GITU AJA KO’ REPOT

     
  3. sofyan pahllawi

    Februari 4, 2012 at 11:42 pm

    ternyata banyak bahan-bahan yang mudah terbakar, yang kita harus tahu agar lebih berhati-hati dari sisi penyimpanana dan memperlakukannya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: