RSS

KESEHATAN KERJA

03 Jan

KESEHATAN KERJA :

SUATU ILMU YANG PENERAPANNYA UNTUK MENGETAHUI, MENILAI DAN MENGENDALIKAN FAKTOR-FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA YANG DAPAT MENIMBULKAN GANGGUAN KESEHATAN MAUPUN PENYAKIT AKIBAT KERJA

TUJUAN PENERAPAN KESEHATAN KERJA :

MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KERJA YANG AMAN NYAMAN DAN SEHAT
TERCAPAINYA DERAJAT KESEHATAN KARYAWAN YANG SETINGGI-TINGGINYA.
MENDUKUNG PENINGKATAN EFISIENSI DAN PRODUKTIFITAS KERJA

PRINSIP DASAR PENERAPAN KESEHATAN KERJA :

I. MENGETAHUI FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA

INSPEKSI KESEHATAN KERJA

DATA KUALITATIF :
JIKA TIDAK ADA BAHAYA : AMAN STOP
CARA INSPEKSI KESEHATAN KERJA :

a. GUNAKAN CHECKLIST

b. PERIKSA / AMATI KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG

MEMBAHAYAKAN /MENYIMPANG

c. PERIKSA / AMATI PENERAPAN PENGENDALIAN APA YANG

MASIH KURANG / BELUM DILAKUKAN

(TEKNIS, NON TEKNIS, PEMAKAIAN APD)

d. TULIS HASIL INSPEKSI DAN SARAN / REKOMENDASI PADA

LAPORAN

JIKA ADA BAHAYA :
CARAMENILAI FAKTOR BAHAYA FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA

1. FAKTOR FISIK :
– KEBISINGAN :
SUMBER : MESIN-MESIN PABRIK, BENGKEL, DLL

EFEK : GANGGUAN KONSENTRASI, KOMUNIKASI DAN PENURUNAN PENDENGA

– RADIASI : ( ULTRA VIOLET ATAU INFRA MERAH )

SUMBER : PENGELASAN, TANUR PEMBAKARAN,

KOMPUTER

EFEK : KERUSAKAN JARINGAN MATA DAN KULIT,

KATARAK PADA MATA

– SUHU : PANAS ATAU DINGIN :

SUMBER : SINAR MATAHARI, TANUR PEMBAKARAN, AC,

UDARA MALAM HARI

EFEK SUHU PANAS : KEGERAHAN, DEHIDRASI, HEAT EXHAUSTION, HEAT STROKE

EFEK SUHU DINGIN : KEDINGINAN, KEHILANGAN KALORI, KEKAKUAN PADA SENDI DAN KULIT.

– TEKANAN UDARA TINGGI : HYPERBARIC

SUMBER : PENYELAM / PEKERJAAN BAWAH AIR

EFEK : GANGGUAN PENDENGARAN, PENYAKIT,

DEKOMPRESI

GETARAN :

SUMBER : MESIN-MESIN, ALAT BERAT, KENDARAAN, BOR TANGAN, GERINDA, PNEUMATIK, DLL EFEK : KELELAHAN, GANGGUAN PERGERAKAN

SENDI, MERUSAK SYARAF PERABA PADA KULIT.

PENCAHAYAAN TEMPAT KERJA :

SUMBER : SELURUH TEMPAT KERJA

EFEK : KELELAHAN MATA DAN SEKITAR MATA, NGANTUK, SALAH BACA.

KEBERSIHAN DAN KERAPIHAN TEMPAT KERJA : SUMBER : SELURUH TEMPAT KERJA, PERSONIL

EFEK : MEMPENGARUHI KONSENTRASI, KENYAMANAN, GAIRAHDAN KELANCARAN KERJA

2. FAKTOR KIMIA

– DEBU :

SUMBER : ISOLASI, CARPENTER, SAND BLASTING

EFEK : IRRITASI : DEBU KAPAS, FIBER GLASS ALERGEN : DEBU KAYU

KERACUNAN : DEBU GARAM LOGAM BERAT (Pb,As,Mn)

FIBROSIS PARU : DEBU SILICA, ASBES

CARSINOGENIK : DEBU ASBES (A-1)

– GAS DAN UAP :

SUMBER : LINGKUNGAN PABRIK, GUDANG, LAB, DLL

EFEK : ASPHYXIANT : NH3, CO, SIANIDA, H2S, CO2, METHANA

IRITASI : NH3, FORMALDEHID, CHLORINE, SO2

ALERGI : GAS ISOCYANATE, GARAM PLATINUM

KERACUNAN : ARSENE, PHOSPHIN

CARSINOGENIK : FORMALDEHID (A-2

– FUME :

SUMBER : PENGELASAN, PENGECORAN LOGAM, DLL

EFEK : FUME FEVER (DEMAM UAP LOGAM) Hg, Pb, Fe, Cu, Cr,dll

3. FAKTOR BIOLOGIS :
VIRUS : FLU, HEPATITIS, HIV, SARS, DLL

BAKTERI : ANTHRAX, BRUCELLA

PARASIT : CACING, MALARIA, DBD

HEWAN BERBAHAYA : ULAR, SERANGGA, TIKUS, KUCING, ANJING,

4. FAKTOR PSIKOLOGIS :

PEKERJAAN YANG MEMBOSANKAN, MONOTON, BEBAN / TUNTUTAN KERJA YANG TINGGI, HUBUNGAN

DENGAN ATASAN / TEMAN SEKERJA / ANGGOTA KELUARGA TIDAK HARMONIS

EFEK : PENYAKIT GANGGUAN KEJIWAAN, STRES, MENIMBULKAN KECELAKAAN KERJA

5. FAKTOR ERGONOMIS :

KETIDAK SESUAIAN UKURAN ALAT DAN KETIDAK TEPATAN SIKAP KERJA ALAT KERJA : MEJA, KURSI, ALAT KERJA TANGAN, APD, DLL

SIKAP KERJA : DUDUK, BERDIRI, MELIHAT, MEMEGANG, MENDORONG, MENARIK,

MENGANGKAT, MENGUNGKIT, MEMUTAR, DLL

EFEK : BANYAK KEHILANGAN KALORI, CEPAT LELAH, TIDAK EFISIEN, CIDERA PERSENDIAN

6. KOTAK P3K :

ISI KOTAK P3K HARUS SELALU SIAP DIGUNAKAN SETIAP PEMAKAIAN OBAT HARUS DICATAT

CARA PERMINTAAN OBAT : MENGAJUKAN SURAT PERMINTAAN KE BAGIAN HIPERKES ( FORM TERLAMPIR )

II. MENILAI FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA

MEMINTA PENGUKURAN KEPADA HIPERKES DILAKUKAN PENGUKURAN

DALAM BATAS STANDARD : AMAN

HASIL DIBANDINGKAN DENGAN STANDARD

DI LUAR BATAS STANDARD : REKOMENDASI

III : PENGENDALIAN FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA

1. SECARA TEKNISI : ISOLASI : MENUTUP PROSES / TENAGA KERJA CONTROL ROOM, FIELD SHACK YANG KEDAP SUBSTITUSI : MENGGANTI BAHAN/PROSES YANG BERBAHAYA DENGAN YANG TIDAK BERBAHAYA PASIR SILICA DIGANTI SERBUK ALUMINA PADA PROSES SAND BLASTING PENGGANTIAN PROSES KERING DENGAN PROSES BASAH PADA PEKERJAAN UNLOADING CATALIST SHIELDING : MEMASANG TABIR / PERISAI / SEKAT MEMASANG PLAT TIMBAL UNTUK SUMBER RADIASI MEMASANG SEKAT PADA PEKERJAAN PENGELASAN MEMASANG SCREEN PADA COMPUTER VENTILASI : MENJAGA UDARA TETAP BERSIH & SEGAR, VENTILASI ALAMI / MEKANIS UNTUK DI GUDANG-GUDANG MEMASANG RAMBU : SEBAGAI PENGINGAT EXHAUSTER : UNTUK MENYEDOT BAHAN PENCEMAR
a. PADA PENGELASAN
b. PEKERJAAN DALAM VESEL
c. PEKERJAAN LABORATORIUM
d. PEKERJAAN MESIN BUBUT
e. PENYESUAIAN UKURAN MESIN DAN ALAT-ALATKERJA

2. NON TEKNIS
BEKERJA DENGAN SIKAP YANG BENAR :
PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA
PROGRAM PEMELIHARAAN DAN PEMBINAAN KESEHATAN
PEMBERIAN FASILITAS KESEHATAN
ROTASI LOKASI KERJA

3. PEMAKAIAN APD (Alat Pelindung Diri )

EAR PLUG, EAR MUFF, KACA MATA, GAS MASK, SARUNG TANGAN, DLL

LANGKAH-LANGKAH PENGENDALIAN :

a. DAPAT DITANGANI SECARA INTERNAL (PERSONAL, SEKSI, BAGIAN, DEP./BIRO), SEGERA LAKUKAN TINDAKAN PERBAIKAN.

b. TIDAK DAPAT DITANGANI SECARA INTERNAL (PERLU BANTUAN / KOORDINASI DENGAN UNIT KERJA LAIN ) SEGERA BUAT JOR/SURAT, MEETING DAN MONITORING.

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 3, 2008 in KESEHATAN KERJA

 

17 responses to “KESEHATAN KERJA

  1. Herviana

    Maret 21, 2008 at 10:29 pm

    k3 yang sekarang diterapkan kadang hanya tinggal teori walaupun pemerintah sudah membuat aturan-aturan yang tertuang dalam keputusan …mengingat kurangnya pembelajaran k3 yang harusnya diwajibkan untuk memahami sebelum pekerja / karyawan menjalankan tugasnya diwilayah kerja dan pengusaha memfasilitasi dan bukan hanya omong belaka.

    **************************
    Mestinya gak seperti itu mbak/Bu, jika Pejabat konsekwen dan eksis terhadap K3. BAB V ( Pembinaan, pasal 9 )
    ada 4 ayat. yg harus dilakukan oleh pengurus :
    1. Pengurus wajib untuk menjelaskan tentang :
    – Kondisi tempat kerja
    – Semua APD
    – Pengamanan alat/ mesin yg berputar.
    – cara dan sikap aman di tempat kerja.
    2. Pengurus hanya boleh memperkerjakan karyawan yg sudah memahami syarat K3
    3. Pengurus wajib menyelenggarakan PEMBINAAN bagi semua karyawan.
    4. Pengurus wajibmemenuhi dan mentaati syarat2 K3.

     
  2. Moh. Akhiroh

    Maret 26, 2008 at 2:17 pm

    Penerapan k3 dalam sebuah perusahaan memang sangat penting, tapi hal tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya kerjasama yamg baik antara atasan dengan operator/karyawan. Terkadang seorang atasan hanya memberikan sebuah teori tanpa memberikan sebuah contoh pada operator/karyawannya. Realitanya banyak karyawan yang acuh, “seorang atasan aja tidak sesuai aturan, mengapa operator harus turut”. Mungkin ini yang harus difikirkan

    ***********************

    Bpk. Moh. Akhiroh
    dalam UU no I. th 1970, sudah diatur LENGKAP dan DETAIL mengenai ” Kewajiban Perusahaan ( BAB X, pasal 14 ) ” Hak & Kewajiban Tenaga Kerja ( BAB VIII, Pasal 12 ). Jadi masalah K3 akan sukses jika hal tersebut terjadi hubungan Sinergi antara Pejabat Perusahaan dan karyawannya.

    Sudahkan UU no I th 1970 TERPASANG dan bisa dibaca oleh seluruh Karyawan..??

     
  3. Albert Atem

    April 12, 2008 at 5:08 am

    mhon bantuanya…
    Saya D3 ITS jurusan K3…
    Menurut saya Keselamatan Kerja di Indonesia masih relatif kurang…
    Baik karena Human Eror maupun Teknologinya…

    Untuk FAKTOR BAHAYA LINGKUNGAN KERJA dibagi atas beberapa faktor, salah satunya yaitu Faktor Fisik…

    Dan Untuk Faktor Fisik itu sendiri dibagi atas..:
    – Kebisingan
    – Suhu
    – Radiasi
    – Tekanan Udara Tinggi
    – Getaran
    dll

    Untuk Faktor Fisik Getaran adakah penjelasan yang lebih lanjut…

    Mohon balasanya ya pak…
    terima kasih sebelumnya…

    +++++++++++++++++++++++++++

    Duh…maaf Mas Albert, baru bisa ngebales neh

    Untuk Bahaya karena Faktor FISIK yang diakibatkan GETARAN, mungkin ini sedikit bisa ngebantu mas.
    Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi, amplitudo, lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten.
    Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. Pekerjaan manual menggunakan “powered tool” berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai “ Raynaud’s phenomenon “ atau “ vibration-induced white fingers”(VWF).
    Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang.
    Contoh : Loaders, forklift truck, pneumatic tools, chain saws.

    Jika sempat akan saya POSTING mengenai ” Pengenalan Bahaya di Lingkungan Kerja

    Salam

     
  4. wahyudi

    Mei 3, 2008 at 11:53 pm

    saya mahasiswa teknik sipil UNAND padang mohon bantuan untuk nyari bahan tentang penerapan kesehatan kerja pada proyek konstruksi untuk bahan skripsi tolong sibantu ya…klo ada bahannya
    makasih….
    ++++++++++++++++++++++

    Mas Yudi, secara khusus mengenai Kesehatan Kerja pada proyek Konstruksi sepertinya gak begitu Khusus amat sih, tetapi biasanya secara umum saja yg sering disampaikan. coba saya akan usahakan ikut mencarinya yah

     
  5. mala

    Juni 5, 2008 at 11:58 am

    cari bahantentang penggunaan masker untuk debu bagasse yangbaik yang mana ya??? ada yang tau???

     
  6. Rikrik

    Juni 27, 2008 at 2:10 pm

    Untuk masalah K3 ditempat kerja memang sulit, karena berkaitan dengan merubah karakter lama yang sudah merekat pada diri karyawan, tetapi kita bisa melakukannya dengan bertahap tentunya yang paling penting disini adalah komitmen dan konsistensi untuk membentuk suatu sistem yang terintegrasi, mungkin itu yang menjadi dasar kita dalam menerapkan K3 dlm tempat kerja, tanpa diawali dengan itu saya kira akan berjalan ditempat.
    Oh ya barangkali dari teman2 ada yang tau peraturan atau undang2 yang membahahas ttg interval pengukuran dan pemeriksaan faktor2 fisik diatur dimana ya…?, saya belum nemuin hal tersebut. terima kasih sebelumnya.

    Salam,
    Rikrik

     
  7. Roni Annahdi

    Agustus 19, 2008 at 9:46 pm

    saya mahasiswa dari stikes indonesia padang mohon bantuan cari bahan tentang pengendalian h2s secara teknis, administratif dan apd dan juga standar serta sumbernya
    terima kasih…..

     
  8. anton

    September 4, 2008 at 12:10 pm

    sekarang ini segala sesuatunya diukur dengan uang, apakah ada parameter dan unit cost yang dapat dipergunakan untuk perhitungan biaya gangguan kesehatan kerja? bagaimana mengaplikasikannya dalam bentuk suatu analisis?

     
  9. Dwi B Astuti

    Oktober 10, 2008 at 4:37 pm

    SOP penggunaan APD (masker, sarung tangan,sepatu) bagaimana ya…

    makasih,

     
  10. Triswanta

    Desember 16, 2008 at 11:46 am

    K3 memang penting bagi karyawan kami dari HSE selalu menjunjung tinggi dan menerapkan di Perusahaan seperti pasang Rambu2,papan K3,stiker K3,Bendera K3 dan pendistribusian APD

     
  11. putri

    Januari 8, 2010 at 1:20 pm

    Dear All,

    Mohon bantunya, untuk memberikan informasi Training Audit Internal SMK3 di awal tahun 2010 ini
    atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih
    wass
    MPG

     
    • moela

      Agustus 10, 2011 at 6:10 pm

      Dear put, anda boleh ikuti training ahli k3 umum,..disana kita akan mendapatkan audit smk3
      terima kasih
      salam
      sgn

       
  12. Paembangon Muda Harahap

    September 20, 2010 at 1:37 pm

    Terimakasih atas karya tulis yang sangat bagus dan membantu. Mohon izin untuk dapat saya gunakan menjadi referensi dan sumber untuk pembelajaran ttg K3 di keluarga dan perusahaan tempat saya bekerja.

    Salam,

     
  13. Lana

    Desember 10, 2010 at 10:36 pm

    Artikel yang bagus untuk coba diaplikasikan di perusahaan saya yang hanya skala menengah, semoga bisa lebih terjamin keselamatan pekerja di perusahaan SPA kami.

     
  14. RISKA

    November 11, 2011 at 12:38 pm

    MOHON CONTOH SOP PENGGUNAAN APD UNTUK TEHNISI RUMAH SAKIT

     
  15. RISKA

    November 11, 2011 at 12:42 pm

    MOHON CONTOH SOP UNTUK PENGGUNAAN APD PETUGAS TEHNISI RUMAH SAKIT

     
  16. jesussaveme888

    Juni 28, 2014 at 4:44 pm

    Reblogged this on Keselamatan Kerja & Lingkungan and commented:
    Keselatan Kerja & Kesehatan Kerja

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: