RSS

TANGGAP DARURAT KECELAKAAN INDUSTRI

01 Jan

 

Bahwa kecelakaan yang disebabkan faktor alam, teknis atau manusia dapat berakibat fatal dan berubah menjadi bencana yang dapat mengganggu dan menghambat kegiatan pola kehidupan masyarakat atau jalannya operasi perusahaan dan dapat mendatangkan kerugian harta benda atau korban manusia. Bila bencana terjadi dan keadaan menjadi emergency, maka perlu ditanggulangi secara terencana, sistematis, cepat, tepat dan selamat. Untuk telaksananya penanggulangan dimaksud perlu dibentuk Tim Tanggap Darurat yang trampil dan terlatih, dilengkapi sarana dan prasarana yang baik serta sistem dan prosedur yang jelas. Tim tersebut perlu mendapatkan pelatihan baik teori atau praktek paling sedikit enam bulan sekali. Bagusnya kinerja Tim Tanggap Darurat akan sangat menentukan berhasilnya pelaksanaan Penanggulangan Keadaan Emergency. Dan akhirnya tujuan mengurangi kerugian seminimal mungkin baik harta benda atau korban manusia akibat keadaan emergency akan dapat dicapai.

PENGERTIAN

Rencana darurat adalah suatu rencana formal tertulis, yang berdasarkan pada potensi kecelakaan yang dpt terjadi di instalasi & konsekuensi-konsekuensinya yang dpt dirasakan di dalam dan di luar tempat kerja serta bagaimana hrs ditangani Perencanaan darurat harus diperlakukan oleh para pejabat yang berwenang, pengelola pabrik & pejabat setempat sebagai unsur yang penting dari sistem pengendalian bahaya besar. Perencanaan darurat harus mencakup penanganan keadaan darurat di dalam dan di luar pabrik

MANAGEMENT TANGGAP DARURAT :

Semua aktivitas, langkah-langkah yang dilakukan oleh Perusahaan adalah untuk : Mengurangi dampak bencana. Kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tanggap menghadapi bencana Dan pemulihan setelah terjadi bencana. Agar manusia selamat dan harta benda terlindungi.

TUJUAN MANAGEMENT PERUSAHAAN :

Mengurangi dampak bahaya yang ditimbulkan. Menyiapkan langkah-langkah penyelamatan untuk melindungi manusia ( Karyawan dan Masyarakat sekitar ) dan harta benda. Tanggap saat menghadapi emergency dan menyediakan fasilitas yang di-perlukan. Menerapkan sistem pemulihan agar komunitas menjadi normal setelah terjadi bencana.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TANGGAP DARURAT :

Mitigation (Mitigasi ) : Kajian awal yang dilakukan untuk mengeliminasi atau menurunkan Derajat Resiko jangka panjang terhadap Manusia atau harta Benda yang diakibatkan oleh Bencana

Preparedness (Kesiapsiagaan) : Kegiatan yang dilakukan lebih lanjut berdasarkan Hasil Mitigasi, yang mencakup Pengembangan Kemampuan Personil, Penyiapan Prasarana, Fasilitas dan Sistem bila terjadi keadaan Emergency.

Response (Kesigapan) : Kemampuan penanggulangan saat terjadi keadaan krisis/bencana yang terencana, cepat, tepat dan selamat (termasuk tanda bahaya, evakuasi, SAR, pemadaman kebakaran. dll).

Recovery (Pemulihan) : Kegiatan jangka pendek untuk meulihkan kebutuhan pokok minimum kehidupan masrarakat yang terkena bencana, dan jangka panjang mengembalikan kehidupan secara normal.

SUMBER-SUMBER BENCANA :

Alam : Gunung api meletus , Angin Taufan , Banjir / Air Bah, Gempa bumi , Tanah longsor dan sejenisnya.

MANUSIA :
Human error, Penebangan Hutan , Sabotage, Pemogokan, Peperangan Membuang sampah di sungai , Membakar sampah/ hutan sembaranga

            JENIS-JENIS BAHAYA
Angin topan Gempa Bumi Letusan Gunung Berapi Kebakaran
Ledakan Kecelakaan Kendaraan Kecelakaan Pesawat Terbang
Kec.Kereta ApiBanjir Dan sejenisnya

KERUGIAN AKIBAT TERJADINYA BENCANA PHYSIK

METRIIL:
Korban jiwa (mati atau menderita)
Korban harta benda dan sarana / materiil untuk kehidupan masyarakat atau sarana produksi bagi kegiatan industri

NON MATERIIL :
Terganggunya struktur kegiatan rutin produksi bagi suatu industri atau kegiatan sosial bagi masyarakat
. Terganggunya kondisi ekonomi.

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 1, 2008 in EMERGENCY RESPON

 

5 responses to “TANGGAP DARURAT KECELAKAAN INDUSTRI

  1. soejono

    Februari 28, 2008 at 2:24 pm

    Pada dasarnya keselamatan kerja berangkat dari niat kerja dalam bekerja dan berdoa agar diberi keselamatan selama bekerja oleh Tuhan YME. Jadi kalau kondisinya pada saat itu kurang sehat diberi sehat dan insya Allah semua pekerjaan akan tercapai dengan baik menghasilkan produk yang diharapkan, apa saja itu jenis pekerjaannya Tks.

     
  2. Bung Okleqs

    Maret 3, 2008 at 2:56 pm

    He…betul juga seh argumen sampeyan Mas, Tapi sampeyan harus inget Kondisi SEHAT thok..gak cukup untuk jaminan seseorang SELAMAT dalam bekerja loh…
    Ada 3 faktor yg menyebabkan terjadinya KECELAKAAN Kerja :
    1. Manusia ( Lalai, Ceroboh, Bersendau Gurau, Gak Sehat dll ).
    2. Lingkungan ( Licin, Semrawut, Ketinggian dll ).
    3. Peralatan Kerja.
    Nah dari 3 Faktor tsb, Manusialah merupakan Faktor yang paling DOMINAN.
    Jadi…Pikirkan Keselamatan anda dan Orang lain sebelum memulai suatu pekerjaan.
    Berdoa..?? Halah…halah…DOA itu kan AKSI, TINDAKAN dan PERBUATAN toh Mas..nek jarene wong Arab kuwi IKHTIAR…he..he..

    Makasih atas kepeduliannya terhadap K3

     
  3. ai fattah

    November 9, 2008 at 3:19 pm

    maaf numpang nanya ni, saya lagi mau nyusun laporan magang tentang Emergency response n preparedness,,mau nanya bahan2 teorinya itu tau ga bisa di akses lewat mana???trimakasih ya

     
  4. Beltazar

    September 7, 2009 at 6:58 pm

    Maaf mau nanya, adakah regulasi atau catatan atau apalah yang menyebutkan berapa minimal jumlah tenaga kerja sehingga diperlukan Emergency response team.

    Makasih

     
    • Fahry Noor

      Agustus 30, 2010 at 12:32 pm

      Ref. to KEPMENAKER No.: KEP-186/MEN/1999
      … hopefully this sharing is resourceful

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: