CONFINED SPACES

Confined Spaces adalah :

Setiap ruang/tempat kerja yang ventilasi Alaminya buruk, dimana dalam ruang tsb terdapat Gas/Uap beracun dan mudah terbakar/meledak jika kontaminasi dengan Oksigen ( O2 )Atau

Confined Spaces adalah :

Setiap ruang kerja yang memiliki kadar Oksigennya kurang dari 19,5 %.

Contoh CONFINED SPACES :

Storage Tank , Boiler, Manhole, Septic Tank, Reactor, Silo, Bonna Pipe, Sewer dll.

IDENTIFIKASI CONFINED SPACES

Merupakan ruang/tempat kerja yang cukup untuk dimasuki tubuh untuk melakukan pekerjaan di dalamnya. Pintu untuk masuk/keluar hanya memiliki satu lubang masuk.

Bukan didesaign sbg tempat kerja yang digunakan secara terus-menerus.

BATASAN YANG PERLU DIKETAHUI DI CS

1. OXYGEN DEFICIENCY

( kekurangan Oksigen ) : Kondisi oksigen yang berada di udara kurang dari 19,5%

Hal ini disebabkan oleh :

a. Proses Kebakaran.

b. Proses Oksidasi pd dinding tangki

c. Pembersihan Gas/uap dengan menggunakan Gas Inert ( N2 ).

d. Proses penguapan bahan kimia di dlm CS.

e. Proses netralisasi isi tangki dengan bahan Karbonat/ bikarbonat.

f. Proses penyerapan Oksigen dengan menggunakan bahan kimia untuk mencegah terjadinya korosive.

g. Proses pembersihan tangki dengan uap aiR panas ( steaming ).

h. Proses fermentasi karbohidrat ( menghasilkan gas CO2 ).

i. Proses pembusukan zat-zat organik/tumbuhan yang menghasilkan gas Methane ( CH4 ).

2. PYROFORICS :

adalah zat kimia yang dapat menyala secara spontan dalam udara pada suhu dibawah 54o C tanpa kontak dengan Api. ( Diborane, Bahan bakar Roket, proses pembuatan Karet ).

3. ASPHYXIATION :

adalah Defisiency Oksigen yang dialami oleh penderita dengan keluhan ( pusing, gangguan berfikir, telinga mendengung, lemah, sesak nafas ) dikarenakan menurunnya kadar Oksigen dalam udara hingga 17 %.

4. FLAMABLE CHEMICALS :

Bahan kimia yang mudah menyala bila kontak dgn sumber nyala api. ( Flamable Liquid lebih mudah menyala dari pada Combustible Liquid ). Flamable Liq. Menyala < 38oC. Combustible Liq. Menyala > 38oC

5. FLASH POINT :

Suhu terendah yg diperlukan untuk menghasilkan sejumlah uap untuk membentuk nyala Api setelah bereaksi dengan udara.

6. FIRE POINT ( Titik Bakar ):

Suhu terendah yg diperlukan dimana campuran uap dan udara akan menimbulkan kebakaran berkelanjutan setelah terjadi penyalaan. Biasanya terjadi beberapa derajad diatas Flash Point

7. AUTOIGNITION TEMPERATURE ( Suhu nyala sendiri ) :

Suhu cairan yg berada diatas titik bakar, dimana pada suhu tsb cairan akan menyala sendiri tanpa adanya sumber Api/panas.

8. LOWER EXPLOSIVE LIMIT ( LEL ) :

Kadar terendah suatu gas/uap yg terbentuk dalam udara yg bisa menyebabkan ledakan.

9. UPER EXPLOSIVE LIMIT ( UEL ) :

Kadar tertinggi suatu gas/uap yg terbentuk dalam udara yg bisa menyebabkan ledakan.

Note : semakin rendah LEL suatu gas/uap yg mudah meledak semakin barbahaya gas/uap tsb.

10. VAPOR DENSITY ( Kepadatan Uap ) :

Rasio kepadatan suatu gas/uap terhadap kepadatan udara

Contoh : Density Oksigen : 1.43%

Density Udara : 1.29%

Vapor Density Oksigen adalah : 1.43/1.29 = 1.11%

Note : DENSITY gas/uap < 1%, akan cenderung naik keatas dikarenakan lebih ringan dari Udara. Bagaimana jika > 1%….??.

Tanggapi posting ini