RSS

PERANAN MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BAHAYA KERJA

03 Mei


PRINSIP DASAR :

1. Tenaga kerja berhak untuk mendapatkan jaminan keselamatan dalam melakukan pekerjaan ( UU No.1 Th 1970 ).
2. Tujuan K3 untuk melindungi tenaga kerja dan mengamankan asset perusahaan dari resiko
kecelakaan.
3. Kecelakaan kerja menurunkan produktivitas.
4. Tenaga kerja bukan komoditas (deklarasi Philadelphia 1944)
5. 2 hal penting terkait issue perburuhan dalam perjanjian WTO 1996 di Singapore :
– ILO sebagai badan yang menetapkan Standar Perburuhan
– Standar Perburuhan tidak akan digunakan untuk keperluan proteksi perdagangan bebas .
6. Standar K3 (termasuk SMK3) merupakan bagian dari standar perburuhan
7. Berbagai tingkatan Standar ILO :
Konvensi, Rekomendasi, Resolusi, Deklarasi, Konklusi (kesimpulan sidang) dan Set of Guide lines

DEFINISI MANAJEMEN DAN SISTEM MANAJEMEN
Manajemen :
Suatu proses kegiatan yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasi, pelaksanaan,
pengukuran
dan tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
menggunakan manusia dan sumber daya yang ada

Sistem Manajemen :
kegiatan manajemen yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan

DEFINISI SISTEM MANAJEMEN K3
Bagian dari sistem manajamen secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi :
1. Pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3.
2. Dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja.
3. Guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

LATAR BELAKANG KEBIJAKAN
1. K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak
– Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program
– Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi issue nasional baik secara politis
maupun sosial
– Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek ekonomi, dan tidak pernah dilihat dari
pendekatan moral
– Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai faktor produksi dalam perusahaan, belum
dirtempatkan sebagai mitra usaha
– Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil

2. Kecalakaan kerja yang terjadi masih tinggi
– Jumlah kasus kecelakaan (1995) tercatat 18.312
– Dengan korban :
– Meninggal : 464 orang
– Luka berat (cacat tetap) : 2.268 orang
– STMB : 17.857
– Jumlah hari hilang : 3.528.750 hari kerja
– Jumlah jam kerja hilang : 28.230.000 jam kerja
Jumlah kompensasi kecelakaan mencapai lebih Rp.4 milyar

3. Pelaksanaan pengawasan masih bersifat parsial dan belum menyentuh aspek manajemen
4. Relatif rendahnya komitment pimpinan perusahaan dalam hal K3
– Dari jumlah perusahaan 160.041 (1995) menurut data UU No.7/1981,
13.381 merupakan perusahaan dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang ( wajib
mempunyai P2K3 sesuai pasal 10 UUKK No.1/1970)
– Jumlah P2K3 yang ada kurang dari 13.000
– Dari P2K3 yang ada 10-12 % yang berfungsi optimal
– Menunjukan komitment pimpinan perusahaan terhadap K3 masih Rendah.
– Perusahaan yang mempunyai dokter perusahaan (pasal 8 UUKK No.1/1970)
tercatat 1.155 orang
– Program pemeriksaan kesehatan tenaga kerja tidak jalan

5. Kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan kesadaran atas K3
– SUPAS 1995 :
– Total angkatan kerja 84,23 juta
Pendidikan :
– s/d SD : 55,45 juta orang
– SMTP : 10,01 juta orang
– SMTA : 14,47 juta orang
– D I,II,III : 10, 29 juta orang
– S I : 1,78 Juta orang
– Jumlah penganggur terbuka 6,2 juta orang
Sebagian besar tenaga kerja tidak memahami haknya untuk mendapatkan perlindungan K3

6. Tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja yang diterapkan oleh komunitas perlindungan hak
buruh internasional
7. Desakan LSM internasional dalam hal hak tenaga kerja untuk mendapatkan perlindungan

About these ads
 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2008 in SMK3

 

Tag:

9 responses to “PERANAN MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BAHAYA KERJA

  1. Latip

    Mei 3, 2008 at 11:33 pm

    Wuih Gambarnya ngeri Ya mas
    Salam Kenal

     
  2. jackson berkomentar

    Agustus 7, 2008 at 10:27 pm

    k3 indonesia hancur lebur

     
  3. Muhammad Kaliri

    Maret 2, 2009 at 5:56 pm

    bagus juga gambarnya,

     
  4. izza_mahasiswa Unair K3

    Mei 9, 2009 at 1:06 am

    fotonya mengerikan…

    its good bwt fotografer

    emang bener K3 di indonesia sangat hancur alias rendah

    bagi calon K3 sepertiq, lets go to be better than…

     
  5. izza_mahasiswa Unair K3

    Mei 9, 2009 at 1:07 am

    fotonya ngeri banget….

    its good buat fotografernya

    emang bener K3 di Indonesia hancur dan terbelakang

    buat calon K3 seperti aQ, lets go to be Better than…

     
  6. suhendri

    Oktober 13, 2009 at 3:50 pm

    ya kadang pihak dari manajemen juga kurang perhatiannya terhadap k3,gambarnya bagus

     
  7. sasongko

    Oktober 28, 2009 at 10:29 am

    Mas Okleqs. K3…….YES

    Saya mau sidikit komentar tulisan anda, terkait dengan UUKK yang anda tulis sebaiknya dilengkapi dengan Permen/Intrs Men atau Kepres dll sehingga orang yang baca bisa mendapatkan sumber yang lengkap contoh Permen no.04/MEN/1987.pasal 2 ayat 2 ttg kewajiban membentuk P2K3. dan masih banyak contoh yg lain.

    Tetapi saya salut dengan prakarsa anda yang coba mengangkat masalah K3 di Negara Kita ini. mas lahir di malang, dan sekarang domisili dimana ? jk tinggal dimalang bisa sharing dengan saya ttg K3 karena saya jg kuwalahan dengan K3 di kantor saya (VEDC Malang) dan saya punya buku panduan ttg pengawasan K3 (9 buku) dan kumpulan Peraturan Perundangan K3 lengkap.

    Terima kasih

     
  8. rody

    November 30, 2009 at 4:43 pm

    WAAH ..itu dilihat Tindakan Manusia Tidak Aman atau Kondisi Tidak Aman…salam..

     
  9. jon_chaniago

    Desember 21, 2009 at 12:56 pm

    dari atikel diatas cukup menanbah wawasan tentang katiga saya dan ini sangat menarik adalah pernyataan dari “Latar Belakang Kebijakan K3 pada point 1″ terdapat peryataan bahwa ” Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil”
    Nah pertanyaan saya, sebaiknya alokasi anggaran itu idealnya berapa % dari Sales Turn Over? Mohon pencerahan.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: